Ouch..uh..ah..gitu terus yang kudengar rintihan kesakitan dari suamiku yang patah tulang rusuknya waktu main ski, walau sudah lewat beberapa hari mungkin sakitnya gak beda jauh sama dengan hari pertama. Namun demikian…semangatnya untuk menikmati holiday ini tetap dalam agenda, pagi itu habis sarapan kita langsung pinjem Euro map yang juga disediakan oleh pihak hotel. Sebelum doi kena musibah, agenda kita adalah menyisir pakai mobil dari German,Austria,Italia,France yang lokasinya sangat berdekatan satu dengan sama lainnya,dikarenakan cideranya kami memutuskan nyetir mobil dari Bad Hofgastain Austria ke Italy dengan melewati terowongan yang mau tidak mau mobil kita harus naik kreta juga.
Jam10 am berangkat,sampai station kreta jam menunjukkan hampir 10.48 am. Tanya ke bagian informasi jam berapa berangkat, ternyata just in time berangkat jam 11. Petugas penjual karcisnya gak bisa bahasa English, tapi cara ngasih tahunya pakai tulis, biaya dan jam keberangkatannya lumayan informative,that the only we need.
Kebetulan antrian yang panjang,mungkin cuma 13 mobil untuk di parkir di trailer kreta yang cukup panjang yang sudah di setting sedemikian aman dari goncangan. Lalu penumpang naik kreta khusus untuk penumpang yang sangat lapang,nyaman,bersih dan hangat, just perfect.
Hanya butuh 45 menits melewati terowongan tersebut dan kita harus unload the car untuk melanjutkan perjalanan ke jalur yang sudah kita pilih yang kira-kira butuh waktu another 3 jam untuk sampai ke Italia border.
Yang menarik dari perjalanan kami selain kita melawati jajaran pegunungan alpens yang diselimuti salju dan pohon-pohon kering,juga bangunan-bangunan kuno yang begitu indah dan penuh history, tapi cara kami berbagi tugas membaca map,melihat lalu lintas menjadi tugasku. Karena suamiku gak bisa menengok ke kanan dan ke kiri dikarenakan sakit rusuknya ( entahlah efectnya kok dramatic banget gitu,sampai ke leher ), terjadilah beberapa peristiwa yang menurut gue lucu tapi menurut bojoku ‘annoyed’.
Lha gimana memang aku buta baca peta, aku bilang ke kiri ternyata seharusnya ke kanan padahal aku yakin itu kekiri,mulailah ngegrundel si kang Bejo. Dan,kalo aku ngomong yang menurutnya lucu gak boleh soalnya kalo kang Bejo ketawa sakitnya tambah parah…,lha piye tho ? holiday kok serious dan mrengut terus,yo wis aku wong sangat tolerant ke mahluk satu ini.
Waktu yang kita prediksi ternyata salah, walaupun kadang salah belok waktu yang kita butuhkan ke tujuan tiga jam plus 14 menits. Enaknya sampai di perbatasan gak ada border security yang ngecek identitas, so kita melenggang dengan santainya ke negara yang terkenal dengan pizza dan mafia nya itu.
Kita memasuki suatu pedesaan yang cukup ramai ada festival yang letaknya kira-kira 100 km dari situ,ada anak-anak yang bayi sampai kira-kira 7 tahunan di dandanin macam2,dan wajahnya di lukis menyerupai binatang2 lucu, padahal waktu itu -1 derajat duingin sekali. Kita nyari parkir dan gabung ikut arak-arakan tersebut sambil mencari tempat untuk ngopi.
Ada papan gedhe banget dengan tulisan expresso disitu pasti kedai kopi tuh,tanpa pikir panjang kita langsung masuk dan aku langsung cari toilet,kebelet bo !
Biasanya aku cuma suka latte aja half milk half coffee, kalau capucino terlalu keras dan bikin hati deg-degan dan mencret-mencret sesudahnya,sambil menikmati tiramisu yang hmmm..hard to explain sangking uenaknya. Kang Bejo banyak makan tuh ada berapa jenis deh.
Hampir satu jam nongkrong di Cafe itu,kita langsung balik ke Bad Hofgastain-Austria sebelum gelap. Take another 3 hours to get back. Pas banget sebelum makan malam dimulai kita sudah tiba di Austria.
Luapar tenan dan malam itu kami makan kaya buto ijo, semua yang disajikan dimakan. Selain aji mumpung memang kita luapar berat. Mumpung enak,mumpung lapar.
Balik ke kamar hotel dengan perut buncit,dan tertidur sangat pulas karena aku gak dengar si kang Bejo ngorok seperti biasanya.
Paginya kita harus packing dan siap-siap ke Salzburgh airport setelah sarapan untuk melanjutkan penerbangan ke England.
Masih ngantuk bo…
To be continued part III