Ini murni jargon’hak patent punya Telo’, tidak mengcopy phrase dari seseorang lain yang sudah terkenal atau sudah mati duluan. Jika sudah ada yang punya sebelumnya, that is not my problem.
Pengalaman hiduplah yang mengajariku melompat jika kesandung. Dari lahir udah susah, gak doyan makan,kecil dan sakit-sakitan melulu,nyusahin orang tua yang anaknya bukan aku saja,paling jelek,paling item dan paling bodoh secara akademik. Anak yang ketika itu selalu di kritik gak sepandai kakak2nya lah, gak seputih kakak dan adiknya lah dan banyak lagi kekurangan yang sering dilontarkan oleh semua sedulur. Selalu dipandang sebelah mata sampai mecicil he he he.
Kenapa ya ? orang-orang kita tidak pernah membesarkan hati malah lebih suka merendahkan orang lain ? padahal kata baik dan buruk keluar dari sumber yang sama? begitulah tradisi dimana aku dibesarkan.
Sudah sakit-sakitan dibilang kaya kodok karena badannya kurus kepalanya besar dan gepeng, why is that came from ? sudah item manis masih di cela kok gak putih kaya kakaknya? what a hell is that ? Kalau kakakku juara umum setiap tahun, aku juara 6 masih di cela juga kok gak sepinter kakaknya ? Dari semua guru juga bilang begitu, pasti para guru ketika itu tidak mengenal “how to make proud of their student”,karena memang mungkin ilmunya hanya segitu saja, atau memang lebih ke tradisi kita make other people feel useless.
Apakah aku menyesali keberadaanku ? Engga tuh untungnya ? aku pikir masih banyak orang yang nasibnya lebih buruk dan berburuk muka dari aku he he he, sorry cengengesan. Kisah diatas adalah sandungan menurutku, karena bukan hal positive yang layak di ingat-ingat, setiap orang punya masa lalu kan ? setiap orang punya masa sedih kan ?There we go !
Malah aku selalu merasa beruntung, beruntung masih sehat,beruntung masih bisa makan,beruntung dan berutung lain-lainnya yang sering orang lain lupakan. Aku ciptakan sensasi khayalanku gimana keluar dari lingkungan menjengkelkan ini, mengembangkan tujuan, meninggalkan teman yang tidak perlu,menantang ketakutan biar gak takut,membuang tradisi yang gak perlu,jujur dengan diri sendiri,belajar dan belajar…huh..ternyata self developement yang dahasyat. Dan melompatlah aku suka-suka..dimana bumi enak di pijak.
Ada satu seorang guru muda,brewokan,rumahnya dekat sekolahan SMAku ketika itu tapi aku lupa namanya’ dia menanyaiku ‘Telo nanti kalo lulus mau ikut test di UGM apa IPB ?’ tanyanya. Hampir pingsan aku dan ingin sekali menciumnya, entah mengapa aku suka pertanyaannya ? 20 tahun lalu universitas itu yang didewa-dewakan oleh orang tua kita??
Bukannya aku suka pujian dibalik pertanyaannya, tapi energy positive nyalah yang aku rasakan, the more positive energy you get the more make you feel better. Bukankan rasa nyaman itu sangat kita butuhkan sehari-hari..bukan hanya sebagai bocah saja tetapi bagi setiap individu ? He must be knowledgeable person.
Mudah-mudahan bapak itu masih ada, karena aku ingin menemuinya dan berbagi cerita,bukan untuk menciumnya.
Salam kenal
Nama saya Tekad Sukatno, putra kelahiran Ngebeng, kira-kira 1,5 Km sebelah utara Wuryantoro kampung dimana saya lahir 38 tahun silam. Mudah-mudahan panjenengan tahu atau setidaknya pernah mendengar nama kampung itu.
Untuk Beliau Pemilik nama Besar Telo dikatoki, senang sekali mengenali gelora semangat pada jiwa Panjenengan dalam membangun tanah kelahiran; mudah-mudahan pada satu kesempatan kita saling berjumpa untuk saling kenal dan bertukar fikiran untuk kemajuan Wuryantoro.
Sukses untuk Panjenengan dan salam akrab.
Nuwun
Tekad Sukatno